Tuesday, July 9, 2019

Sebuah Senja di Bulan Desember


Chapter 1. Aku Bertemu Dengannya



Yogyakarta, 01 Agustus 2018 

Semua yang berlalu tlah menjadi kenangan
Dan seakan kulupakan karna ku tak sejalan..
Dan tak mungkin kubertahan meski telah ku coba..
Semuanya tak berguna.. Terbuang sia sia..

Dirimu dihatiku sudah terlalu lama..
Biarlah kumencoba untuk tinggalkan semua..



Pada siang yang cerah ini, terlihat seorang mahasiwa terduduk di kantin melewatkan jam kuliahnya.
"hah, andai aja aku tak melakukan hal itu", mahasiswa itu bergumam. "Den, lo kagak kuliah?", tiba-tiba terdengar suara wanita mahasiswa itu. "Eh lo ternyata Nis. Kagak, gue males nih. kuliah terakhir juga.", mahasiswa itu pun menjawab sekenanya. "Yaudah, gue cabut duluan ya Den.", Mahasiswi itu berucap sembari meninggalkan lelaki tersebut seorang diri.


"ah, kayaknya mendingan aku pulang deh.", sang mahasiswa itu pun bangkit dan menuju parkiran sepeda motor untuk meninggalkan kampusnya.
Sesampainya di sebuah rumah yang merupakan kos-kosan, lelaki itu pun memasuki kamarnya.
"ah, hari hari sekarang jadi ngebosenin gini. Andai, kamu masih disini.", dia bergumam sembari menyalakan sebatang rokok.

Dan kini diapun pergi menghilang
saat aku akan mencobauntuk lebih saling mengerti
dan tak ada lagi senyumnya ooh
dia tlah berubah tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi candanya

Dia tlah berubah tak seperti dulu menemaniku


Lantunan lagu dari Rocket Rockers-Dia perlahan mengalun mengiringi lamunan lelaki tersebut.

"Den, lo harusnya tau kalau gue udah berusaha perjuangin lo! Gue udah belain lo didepan temen-temen gue!", wanita itu terus berteriak sedangkan sang lelaki hanya diam tak berani berucap. "udah, mulai sekarang kita selesai sampe disini!", akhirnya sang wanita pun meninggalkan lelaki tersebut, sang pria hanya bisa menatap wanita itu pergi menjauh.


tok..tok..tok..
tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar, dan lelaki itu pun tersadar dari lamunannya.
"eh, siapa?", lelaki itu pun berteriak. "kawan terbaikmu den" si lelaki itu pun kaget, mendengar suara yang tidak begitu asing. Lelaki itu pun segera membuka pintu. "Adi?", lelaki itu pun kaget.
"yoi Den, nape lo? kayak liat hantu aje" Adi pun menjawab. "kagak sob, kaget aja aku. kudengar kau keluar negri. Tiba-tiba udah sampe kosan ku aja", lelaki itu menjawab. "iya, bulan lalu gue emang ada kerjaan mesti keluar Den. Cuman minggu kemarin udah balik kok. Terus tiba-tiba gue inget lo, untung lo kagak pindah kosan. hahaha" Adi pun menjawab.
"Oh iya, masuk Di. Kamu ga pernah ada kabar, sosmed juga ga aktif. Kupikir kamu udah ga inget sama aku lagi semenjak kelulusan mu Di.", jawab lelaki itu seraya masuk ke kamarnya.
"Selama gue masih nafas, lo ga bakal gue lupain Den. Lo udah kayak adik gue sendiri. Kalau ga ada lo, mungkin gue kena DO kan pas Semester akhir. hahaha..", tawa Adi terlepas mengingat saat terakhir kuliahnya bersama Deniar, atau biasa dipanggil Deni. Seorang mahasiswa adek tingkatnya yang pernah menyelamatkan Adi dari kelamnya masa lalunya.

Yah, itulah pertemua dua orang sahabat yang saling melengkapi. Adi walaupun terlahir lebih dulu, tapi dia terlalu terbiasa hidup dalam kenyamanan sehingga menganggap mudah semya urusan. Sedangkan Deniar, dia berasal dari lingkungan biasa yang harus berjuang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Perbedaan inilah yang membuat pertemanan mereka menjadi sangat akrab, tak terpisahkan.



No comments:

Post a Comment