Chapter
1. Aku Bertemu Dengannya
Yogyakarta, 01 Agustus 2018
Semua
yang berlalu tlah menjadi kenangan
Dan
seakan kulupakan karna ku tak sejalan..
Dan tak
mungkin kubertahan meski telah ku coba..
Semuanya
tak berguna.. Terbuang sia sia..
Dirimu dihatiku sudah terlalu lama..
Biarlah
kumencoba untuk tinggalkan semua..
Pada
siang yang cerah ini, terlihat seorang mahasiwa terduduk di kantin melewatkan
jam kuliahnya.
"hah,
andai aja aku tak melakukan hal itu", mahasiswa itu bergumam. "Den,
lo kagak kuliah?", tiba-tiba terdengar suara wanita mahasiswa itu.
"Eh lo ternyata Nis. Kagak, gue males nih. kuliah terakhir juga.",
mahasiswa itu pun menjawab sekenanya. "Yaudah, gue cabut duluan ya
Den.", Mahasiswi itu berucap sembari meninggalkan lelaki tersebut seorang
diri.
"ah,
kayaknya mendingan aku pulang deh.", sang mahasiswa itu pun bangkit dan
menuju parkiran sepeda motor untuk meninggalkan kampusnya.
Sesampainya
di sebuah rumah yang merupakan kos-kosan, lelaki itu pun memasuki kamarnya.
"ah,
hari hari sekarang jadi ngebosenin gini. Andai, kamu masih disini.", dia
bergumam sembari menyalakan sebatang rokok.
Dan kini
diapun pergi menghilang
saat aku
akan mencobauntuk lebih saling mengerti
dan tak
ada lagi senyumnya ooh
dia tlah
berubah tak seperti dulu menemaniku
dan tak
ada lagi candanya
Dia tlah berubah tak seperti dulu menemaniku
Lantunan lagu dari Rocket Rockers-Dia perlahan mengalun mengiringi lamunan lelaki tersebut.
"Den,
lo harusnya tau kalau gue udah berusaha perjuangin lo! Gue udah belain lo
didepan temen-temen gue!", wanita itu terus berteriak sedangkan sang
lelaki hanya diam tak berani berucap. "udah, mulai sekarang kita selesai
sampe disini!", akhirnya sang wanita pun meninggalkan lelaki tersebut,
sang pria hanya bisa menatap wanita itu pergi menjauh.
tok..tok..tok..
tiba-tiba
terdengar suara ketukan pintu kamar, dan lelaki itu pun tersadar dari
lamunannya.
"eh,
siapa?", lelaki itu pun berteriak. "kawan terbaikmu den" si
lelaki itu pun kaget, mendengar suara yang tidak begitu asing. Lelaki itu pun
segera membuka pintu. "Adi?", lelaki itu pun kaget.
"yoi
Den, nape lo? kayak liat hantu aje" Adi pun menjawab. "kagak sob,
kaget aja aku. kudengar kau keluar negri. Tiba-tiba udah sampe kosan ku
aja", lelaki itu menjawab. "iya, bulan lalu gue emang ada kerjaan
mesti keluar Den. Cuman minggu kemarin udah balik kok. Terus tiba-tiba gue
inget lo, untung lo kagak pindah kosan. hahaha" Adi pun menjawab.
"Oh
iya, masuk Di. Kamu ga pernah ada kabar, sosmed juga ga aktif. Kupikir kamu
udah ga inget sama aku lagi semenjak kelulusan mu Di.", jawab lelaki itu
seraya masuk ke kamarnya.
"Selama
gue masih nafas, lo ga bakal gue lupain Den. Lo udah kayak adik gue sendiri.
Kalau ga ada lo, mungkin gue kena DO kan pas Semester akhir. hahaha..",
tawa Adi terlepas mengingat saat terakhir kuliahnya bersama Deniar, atau biasa
dipanggil Deni. Seorang mahasiswa adek tingkatnya yang pernah menyelamatkan Adi
dari kelamnya masa lalunya.
Yah, itulah
pertemua dua orang sahabat yang saling melengkapi. Adi walaupun terlahir lebih
dulu, tapi dia terlalu terbiasa hidup dalam kenyamanan sehingga menganggap mudah semya urusan. Sedangkan Deniar, dia berasal
dari lingkungan biasa yang harus berjuang untuk mendapatkan apa yang ia
inginkan.
Perbedaan
inilah yang membuat pertemanan mereka menjadi sangat akrab, tak terpisahkan.